hari terkhir di tahun 2016
suka duka yang dilalui,
itu semua sudah menjadi kehendakNya
aku sebagai umatNya hanya bisa bersyukur
atas apa yang aku dapatkan
atas apa yang telah hilang
atas apa yang telah terjadi dihari kemarin
2016 adalah tahun yang dapat membuatku tersadar
bahwa tidak semua yang menjadi milik kita, akan menjadi milik kita
selamanya
tepat ditanggal 16 April 2016 lalu, sepuluh hari setelah hari kelahiranku,
seseorang yang sangat berjasa dalam hidupku meninggalkanku,
dia adalah sosok lelaki pertama yang membuatku jatuh cinta,
sosok lelaki yang paling tampan, paling gagah, paling baik,
paling paling paling segalanya dibanding lelaki di dunia.
sosok lelaki yang paling aku rindukan saat ini.
dia adalah bapak,
orang tua kandungku.
betapa tidak percayanya aku ketika hari itu tiba
hari dimana Engkau mengambilnya dariku
hari saat dimana dia terbaring lemah di rumah sakit
hari dimana saat itu aku masih mengerjakan tugas akhir kuliahku
sedih? iya
sakit? iya
nangis? sudah pasti
bagaimana tidak? selama 1 minggu aku merasakan kesedihan saati itu,
tanpa lelah aku menjaganya di rumah sakit,
tanpa sedikitpun aku merasakan kantuk saat tengah malam,
perut yang tidak merasakan lapar,
dan mulut yang tidak pernah berhenti untuk berdoa.
Aku hanya termenung menatapnya terbaring,
berharap Tuhan memberikan kesembuhan padanya.
tapi apa?
kenapa Tuhan tidak menyembuhkan penyakitnya?
kenapa Tuhan malah mengambilnya dariku?
apa aku tidak pantas memiliki seorang lelaki?
apa aku terlalu berdosa padanya sehingga Tuhan memberikan pelajaran untukku?
jujur betapa aku ingin marah saat itu
aku ingin berteriak kepada Tuhan betapa jahatnya Dia terhadapku.
tapi semua hanya emosi sesaat,
semua hanya pelampiasan atas kemarahanku
dan lambat laun aku menyadari
betapa Tuhan sangat sangat menyayanginya.
Tuhan tidak ingin dia terus merasakan sakit
Tuhan tidak ingin kalau suatu saat dia berbuat dosa
Tuhan sudah sangat merindukannya
Tuhan sudah sangat ingin memeluknya
maka dari itu Tuhan memintanya untuk kembali,
kembali ke tempat paling nyaman yaitu di pangkuan Tuhan.
saat ini aku juga sangat bersyukur,
karena di tahun 2016 juga aku telah menyelesaikan kuliah Strata 1
betapa bahagianya aku saat itu tepat di tanggal 13 oktober 2016,
rektor Universitas Sriwijaya memindahkan kuncir toga dikepalaku
betapa banggganya juga saat itu namaku ditambahkan gelar Sarjana Sains
Sika Amelia, S.Si
sebuah nama yang kini resmi aku sandang
terima kasih untuk Tuhan yang Maha ESA
terima kasih untuk Kedua Orang Tuaku
terima kasih untuk saudara kandungku satu-satunya
dan terima kasih untuk semuanya.
hmmm lega rasanya bisa melewati hari demi hari di tahun 2016
hari penuh suka dan duka
semoga di tahun 2017 akan menjadi lebih baik
diberikan kesehatan untuk tetap beristiqomah
sukses karir
dan yang pasti bahagia :) Aamiinn