kecewa itu...
saat ingin menyaksikan sunrise,
langit malah menurunkan hujannya.
saat bulan purnama terang bak mentari,
tak ada setia nya bintang menemani.
atau
saat gelas kosong ini ku sodorkan,
namun engan kau suguhkan minuman.
in my memories
Senin, 06 April 2020
Minggu, 08 September 2019
do u miss me, too?
satu bulan lebih lima hari
rindu..
ya, rindu itu berat, pun berdosa
benar yang dia bilang
...
saat ini aku banyak menanggung dosa,
dosa yang sangat sulit ku hindari.
aku tak pandai menahan rindu
ini berat
terlalu berat untuk tubuh mungilku ini
terlalu berat untuk hamba yg masih minim iman sepertiku..
tatapan itu,
masih belum bisa menepisnya dari kelopak mata
kehangatan itu,
masih belum bisa membias dari raga ini
aku tak pandai menyembunyikan rasa
aku juga tak pandai mengungkap rasa
lewat doa yg selalu ku lantunkan
aku memohon di setiap sujudku
aku memohon disepertiga malamku
may Allah give away 😇
rindu..
ya, rindu itu berat, pun berdosa
benar yang dia bilang
...
saat ini aku banyak menanggung dosa,
dosa yang sangat sulit ku hindari.
aku tak pandai menahan rindu
ini berat
terlalu berat untuk tubuh mungilku ini
terlalu berat untuk hamba yg masih minim iman sepertiku..
tatapan itu,
masih belum bisa menepisnya dari kelopak mata
kehangatan itu,
masih belum bisa membias dari raga ini
aku tak pandai menyembunyikan rasa
aku juga tak pandai mengungkap rasa
lewat doa yg selalu ku lantunkan
aku memohon di setiap sujudku
aku memohon disepertiga malamku
may Allah give away 😇
Senin, 05 Agustus 2019
pertemuan pertama
senyum kecil saat pertama kali aku mengingat memori itu
ya, kemarin. 4 ags 2019.
ada rasa bahagia tersendiri yg hadir dalam hati
pertemuan pertama
penasaran bukan?
bukankah saat terakhir kali aku menulis, aku tidak ingin merasakan perasaan suka terhadap lawan jenis lagi.
perasaan yg tidak seharusnya aku berikan untuk dia selain Allah.
tapi kali ini berbeda.
ini adalah sebuah rasa bahagia.
pertemuan pertama ini terlihat lebih natural
terasa sudah bertahun tahun telah mengenalnya
aneh bukan?
padahal itu adalah kali pertama aku menatap wajahnya
kali pertama aku mendengar suaranya
dan kali pertama aku menyentuh kulitnya.
dia adalah orang yg tiba tiba hadir mengetuk ruang hati
sesorang yg sangat dingin namun penuh kehangatan
sederhana tapi terlihat sangat mahal
bagai bibit emas tenggelam dalam butiran pasir pantai
ini bukanlah sebuah rasa suka atau cinta
ini adalah perihal rasa bahagia
rasa bahagia yg membuat bibir ini selalu tersenyum manis didepannya.
entah lah
aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini saat pertamuan pertama.
rasa yg berbeda dari sebelum sebelumnya
pertemuan kemarin, adalah 6 jam kebahagiaan dalam hidupku
ya, kemarin. 4 ags 2019.
ada rasa bahagia tersendiri yg hadir dalam hati
pertemuan pertama
penasaran bukan?
bukankah saat terakhir kali aku menulis, aku tidak ingin merasakan perasaan suka terhadap lawan jenis lagi.
perasaan yg tidak seharusnya aku berikan untuk dia selain Allah.
tapi kali ini berbeda.
ini adalah sebuah rasa bahagia.
pertemuan pertama ini terlihat lebih natural
terasa sudah bertahun tahun telah mengenalnya
aneh bukan?
padahal itu adalah kali pertama aku menatap wajahnya
kali pertama aku mendengar suaranya
dan kali pertama aku menyentuh kulitnya.
dia adalah orang yg tiba tiba hadir mengetuk ruang hati
sesorang yg sangat dingin namun penuh kehangatan
sederhana tapi terlihat sangat mahal
bagai bibit emas tenggelam dalam butiran pasir pantai
ini bukanlah sebuah rasa suka atau cinta
ini adalah perihal rasa bahagia
rasa bahagia yg membuat bibir ini selalu tersenyum manis didepannya.
entah lah
aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini saat pertamuan pertama.
rasa yg berbeda dari sebelum sebelumnya
pertemuan kemarin, adalah 6 jam kebahagiaan dalam hidupku
Kamis, 09 Mei 2019
feel free
pikiran ini kosong
lebih tepatnya bersih dari spam
aku hanya merasakan sebuah rasa yg belum aku rasa sebelumnya
yaaa aku merasa bebas
tidak ada lagi pikiran menyakitkan
tidak ada lagi duri duri tajam menusuk kepala
yg ada hanya ketenangan diri
sebuah perasaan mencintai diri sendiri
lebih tepatnya bersih dari spam
aku hanya merasakan sebuah rasa yg belum aku rasa sebelumnya
yaaa aku merasa bebas
tidak ada lagi pikiran menyakitkan
tidak ada lagi duri duri tajam menusuk kepala
yg ada hanya ketenangan diri
sebuah perasaan mencintai diri sendiri
Rabu, 11 April 2018
12 april 2018
selain doa, bagi saya
waktu adalah salah satu hadiah terindah
yang bisa "diberikan"
dari seorang manusia kepada manusia lainnya.
kamu tahu mengapa?
sebab ia rela memberikan
sebagian jatah hidup "miliknya"
yang tak akan pernah kembali
"hanya" untuk menemani mu
aku tidak meminta padamu
apapun itu dalam bentuk materi,
aku hanya ingin kamu selalu ada untukku,
memberikan sebagian jatah hidupmu untukku,
memberikan "waktu" mu untukku,
menjawab segala ocehanku,
mendengarkan segala keluh kesahku,
dan bersabar dengan tingkah kekanakkanku,
aku ingin kamu disini.
waktu adalah salah satu hadiah terindah
yang bisa "diberikan"
dari seorang manusia kepada manusia lainnya.
kamu tahu mengapa?
sebab ia rela memberikan
sebagian jatah hidup "miliknya"
yang tak akan pernah kembali
"hanya" untuk menemani mu
aku tidak meminta padamu
apapun itu dalam bentuk materi,
aku hanya ingin kamu selalu ada untukku,
memberikan sebagian jatah hidupmu untukku,
memberikan "waktu" mu untukku,
menjawab segala ocehanku,
mendengarkan segala keluh kesahku,
dan bersabar dengan tingkah kekanakkanku,
aku ingin kamu disini.
Selasa, 13 Februari 2018
Sisa kepingan hati
Malam ini aku menyadari
Nyatanya, Aku tidak benar benar melupakannya
Dia hadir lagi, ya
Sebagai sosok dia yg dahulu, Masih sama
Hanya saja, Mungkin keadaan yg terlihat berbeda
Keruh, Pucat pasih
Aku masih senantiasa membuka pintu kotor
berdebu.
Aku masih setia memberi kursi
Walau hanya mampir arti hadirnya
Entahla
Aku baik bukan?
Memberi kepingan kepingan hati yg tersisa
Pulang lah.
Pintu masih terbuka.
Sebentar
Aku ingin kepingan hati (lagi) pintanya
Ini kepingan hati terakhir.
Kuberikan lagi untuknya
Pulanglah
Namun
Ia masih duduk
Memegang sisa kepingan hati yg kuberi, Hanya diam
Pulanglah
Atau tinggal selamanya
Nyatanya, Aku tidak benar benar melupakannya
Dia hadir lagi, ya
Sebagai sosok dia yg dahulu, Masih sama
Hanya saja, Mungkin keadaan yg terlihat berbeda
Keruh, Pucat pasih
Aku masih senantiasa membuka pintu kotor
berdebu.
Aku masih setia memberi kursi
Walau hanya mampir arti hadirnya
Entahla
Aku baik bukan?
Memberi kepingan kepingan hati yg tersisa
Pulang lah.
Pintu masih terbuka.
Sebentar
Aku ingin kepingan hati (lagi) pintanya
Ini kepingan hati terakhir.
Kuberikan lagi untuknya
Pulanglah
Namun
Ia masih duduk
Memegang sisa kepingan hati yg kuberi, Hanya diam
Pulanglah
Atau tinggal selamanya
Selasa, 02 Januari 2018
catatan selembar rindu
"Dingin malam ini membelai kalbu
Membawa kisah yang telah lalu.
Aku teringat jejak jejak kamu saat menemuiku
Malam itu"
Aku tak pandai bersajak
Begitupun aku tak pandai menahan rindu
Sudah hampir satu bulan lalu
Saat kita terakhir bertemu
Kamu menjemputku.
Aku tak percaya hari itu adalah hari terakhir bertemu.
Sebuah alasan fatal yang membuatku menjauh
Membenci kamu,
Merelakan kamu.
Namun taukah kamu, saat ini aku merindukanmu
Merindukan dengan seluruh ragaku
Aku tersesat di kata terakhirmu
Kata yang kamu ucapkan membuat jalan berliku
Aku tak bisa kembali
Aku juga tak mampu mengakhiri
Aku berada di tengah jalan bercabang yang ku buat sendiri
Bagaimana bisa kau ucapkan kata itu tanpa memikirkanku?
Harusnya kamu menjaga hati
Bukan mempermainkan hati.
Ketika kamu mempunyai tinta hitam,
Maka tuliskan selembar rindu ini dengan tinta hitam.
Tuliskan selembar rindu ini dengan tinta putih jika yang kau punya hanya tinta putih.
Jangan menulisnya dengan kedua tinta berbeda.
Kamu tau, aku tak bisa membacanya.
Jelaskan padaku apa isi dari hatimu.
Aku akan pergi ketika kamu tak menginginkanku lagi.
Tapi aku akan menunggu jika kamu memintaku menunggu.
Selembar rindu ini kuliskan
Untuk sebuah hati yang pergi jauh
Membawa kisah yang telah lalu.
Aku teringat jejak jejak kamu saat menemuiku
Malam itu"
Aku tak pandai bersajak
Begitupun aku tak pandai menahan rindu
Sudah hampir satu bulan lalu
Saat kita terakhir bertemu
Kamu menjemputku.
Aku tak percaya hari itu adalah hari terakhir bertemu.
Sebuah alasan fatal yang membuatku menjauh
Membenci kamu,
Merelakan kamu.
Namun taukah kamu, saat ini aku merindukanmu
Merindukan dengan seluruh ragaku
Aku tersesat di kata terakhirmu
Kata yang kamu ucapkan membuat jalan berliku
Aku tak bisa kembali
Aku juga tak mampu mengakhiri
Aku berada di tengah jalan bercabang yang ku buat sendiri
Bagaimana bisa kau ucapkan kata itu tanpa memikirkanku?
Harusnya kamu menjaga hati
Bukan mempermainkan hati.
Ketika kamu mempunyai tinta hitam,
Maka tuliskan selembar rindu ini dengan tinta hitam.
Tuliskan selembar rindu ini dengan tinta putih jika yang kau punya hanya tinta putih.
Jangan menulisnya dengan kedua tinta berbeda.
Kamu tau, aku tak bisa membacanya.
Jelaskan padaku apa isi dari hatimu.
Aku akan pergi ketika kamu tak menginginkanku lagi.
Tapi aku akan menunggu jika kamu memintaku menunggu.
Selembar rindu ini kuliskan
Untuk sebuah hati yang pergi jauh
Langganan:
Postingan (Atom)