Malam ini aku menyadari
Nyatanya, Aku tidak benar benar melupakannya
Dia hadir lagi, ya
Sebagai sosok dia yg dahulu, Masih sama
Hanya saja, Mungkin keadaan yg terlihat berbeda
Keruh, Pucat pasih
Aku masih senantiasa membuka pintu kotor
berdebu.
Aku masih setia memberi kursi
Walau hanya mampir arti hadirnya
Entahla
Aku baik bukan?
Memberi kepingan kepingan hati yg tersisa
Pulang lah.
Pintu masih terbuka.
Sebentar
Aku ingin kepingan hati (lagi) pintanya
Ini kepingan hati terakhir.
Kuberikan lagi untuknya
Pulanglah
Namun
Ia masih duduk
Memegang sisa kepingan hati yg kuberi, Hanya diam
Pulanglah
Atau tinggal selamanya