Minggu, 04 Juni 2017

3 juni 2017

Masih teringat jelas kejadian kemarin malam,
Kejadian yang membuatku sadar akan sesuatu.
Aku terlalu egois.
Aku hanya mementingkan perasaanku,
Tanpa berpikir bahwa dia akan tersakiti.

Aku merasa bersalah atas kejadian ini,
Ketidaksengajaan yg di rekayasa.

Tapi....
Dibalik semua kesalahanku,
Aku menjadi lebih bersyukur.
Karena kejadian kemarin telah menunjukan kenyataan,
Aku tidak tau sepenuhnya tentang dia.

Aku terobsesi kepada sebuah rasa,
Yg membuatku hanya berpikir di sekeliling zona perasaan ini.
tanpa tau,
Semua ini karena satu alasan
Dan itu sangat tidak masuk akal.

Seseorang yg aku kenal ceria, bersikap konyol,
Menjalani hidupnya dgn sesuka hati.
Dia tak lebih dari sebatang kaktus di gurun pasir.
Menyimpan setetes air dalam tubuhnya untuk bertahan hidup.
Dia tak lebih dari sebatang mawar dgn duri2 tajam ditubuhnya.
Begitu indah namun menyakitkan jika ceroboh memegangnya.

Karena kejadian ini juga, aku menyadari,
Betapa aku sangat ingin menjaganya,
Menjadi sandaran untuknya,
Menjadi tempat dimana dia ingin melampiaskan amarahnya.
Aku percaya, kebahagiaannya kebahagiaanku juga.

Selasa, 09 Mei 2017

pendengar setia

Adakala kita merasakan penat dikepala,
Rasa sakit yang melebihi sakit hati.
Sakit hingga tak tertahan lagi.

Ketika hati disakiti,
Kita hanya butuh seseorang yang bisa mengobati.
Mensugestikan ke pusat saraf agar bisa tetap tersenyum.

Tapi,
Ketika membahas soal pikiran,
Kita hanya bisa diam tanpa tau apa yg bisa dilakukan.
Karena disini masalahnya adalah otak, pusat saraf.

Kita tidak bisa berpikir logis,
Karena apa yg ada di pikiran terasa sakit,
Penat, terbebani dengan masalah yg begitu rumit.
Solusinya adalah kurangi apa yg ada dipikiran.

Ceritakanlah,
Ceritakan apa yang menjadi beban pikiran,
Luangkan, berikan kepada yang dipercaya.
Seorang pendengar setia.

Seperti yang aku lakukan sekarang,
Menulis sedikit tulisan tak bermakna hanya untuk mengurangi penat.
Belenggu yang terus menganggu dipikiran.

Sebenarnya,
Aku tidak ingin berkeluh kesah disini,
Yang aku tau, aku tidak akan mendapatkan solusi.
tapi, berbanding Mengharapkan orang yang selalu ada malah tidak ada.
mengharapkan pendengar setia nyatanya mendua.
Solusi terbaik adalah menulis, menjadikan akun ini pendengar setia. :)