"Dingin malam ini membelai kalbu
Membawa kisah yang telah lalu.
Aku teringat jejak jejak kamu saat menemuiku
Malam itu"
Aku tak pandai bersajak
Begitupun aku tak pandai menahan rindu
Sudah hampir satu bulan lalu
Saat kita terakhir bertemu
Kamu menjemputku.
Aku tak percaya hari itu adalah hari terakhir bertemu.
Sebuah alasan fatal yang membuatku menjauh
Membenci kamu,
Merelakan kamu.
Namun taukah kamu, saat ini aku merindukanmu
Merindukan dengan seluruh ragaku
Aku tersesat di kata terakhirmu
Kata yang kamu ucapkan membuat jalan berliku
Aku tak bisa kembali
Aku juga tak mampu mengakhiri
Aku berada di tengah jalan bercabang yang ku buat sendiri
Bagaimana bisa kau ucapkan kata itu tanpa memikirkanku?
Harusnya kamu menjaga hati
Bukan mempermainkan hati.
Ketika kamu mempunyai tinta hitam,
Maka tuliskan selembar rindu ini dengan tinta hitam.
Tuliskan selembar rindu ini dengan tinta putih jika yang kau punya hanya tinta putih.
Jangan menulisnya dengan kedua tinta berbeda.
Kamu tau, aku tak bisa membacanya.
Jelaskan padaku apa isi dari hatimu.
Aku akan pergi ketika kamu tak menginginkanku lagi.
Tapi aku akan menunggu jika kamu memintaku menunggu.
Selembar rindu ini kuliskan
Untuk sebuah hati yang pergi jauh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar